Apa bedanya Facebook sekarang dan dulu?
Apa bedanya Facebook sekarang dan dulu?
Hai gawatra lovers bertemu lagi nih dengan mimin, gimana kabarnya?
pasti udah lama nunggu mimin update-kan. Jadi hari ini kita bakalan
membahas literasi budaya dalam media sosial facebook atau yang lebih dikenal
dengan sebutan FB. Tapi sebelum itu kita mau membahas dulu nih apa itu budaya
literasi media sosial.
Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat
kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara,
menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang
diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa
dilepaskan dari kemampuan berbahasa (Wikipedia).
Literasi dalam media ialah keterampilan untuk memahami,
menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Kemampuan untuk melakukan
hal ini ditujukan agar pemirsa sebagai konsumen media menjadi sadar tentang
cara media dibuat dan diakses.
Literasi media muncul karena sering dibicarakan. Media seringkali
dianggap sumber kebenaran dan pada sisi lain tidak banyak yang tahu bahwa dibalik
sebuah media ada pihak-pihak yang berkepentingan entah itu untuk popularitas
maupun kepentingan lainnya terutama pada media sosial kita. Lihat saja sekarang
banyak, orang-orang berani menerima uang hanya untuk mempromosikan/menyebarkan
hal-hal yang seharusnya tidak dipublikasikan di media sosial. Apa yang di bahas
di atas terjadi akibat kurangnya pengetahuan akan kegunaan sebenarnya dari
media sosial. Adapun hal-hal positif dan negatif yang akan muncul akibat dari
pengaruh akan pemahaman penggunaan sosial media:
POSITIF:
1. Untuk Bertukar Informasi
2. Untuk Mempertemukan Kembali kerabat yang sudah lama Lost contact
3. Memperluas Jaringan Pertemanan
4. Menimbulkan rasa Lebih bersahabat, Perhatian dan Empati
5. Media Promosi Bisnis Dan Komunikasi
NEGATIF:
1. Mudahnya Penyebaran Berita Hoax
2. Susah Bersosialisasi dengan orang sekitar
3. Tertinggal dan terlupakan bahasa formal
4. Mengurangi Produktifitas dan Membuat Kita Malas
5. Kejahatan dunia Maya dan pornografi
Jadi itu yah pengertian singkat mengenai budaya literasi media
sosial. Nah sekarang kita langsung kembali ke topik utamanya yah!
Dulu facebook atau fb ini dikenal di Indonesia sebagai medsos yang
hanya di isi dengan status-status alay pada masanya dan juga fb ini dipakai
oleh kalangan anak muda di masa itu namun di tahun 2019 sekarang, fb ini tidak
hanya digunakan oleh kalangan anak muda saja. Tahun ini yang memakai fb bukan
hanya kalangan anak muda saja tetapi para orangtua juga memakainya dan justru
mereka jugalah yang jauh lebih aktif di fb dibandingkan kalangan anak muda masa
ini loh!
Coba deh kalian liat, apakah orangtua kalian juga sama seperti
orangtua yang lain? Sibuk dengan facebook-nya? Kalo iya berarti kita samaan
guys! Tau gak sih gawatra lovers, bahwa ternyata media sosial juga memiliki
cakupan literasi budaya di dalamnya.
Kalian pasti sering baca berita yang di dalamnya terdapat potongan
video kemudian hal tersebut diupload di facebook-kan? Nah kalian harus pinter
nih untuk memilah info! Jangan sampai kalian malah menyebarkan hoax.
Yuk gawatra lovers, mimin tunjukin sebuah perbedaan facebook dulu
dan sekarang.
1. Keunikan pertama seperti yang udah di jelaskan di atas
juga, facebook yang sekarang lebih dominan dipakai oleh
orangtua dibandingkan oleh kalangan
anak remaja masa kini.
Loh kok bisa yah? Jadi gini guys, para
orangtua mulai mengikuti perkembangan zaman dan hal ini juga
dipengaruhi
oleh puber kedua, tadinya sih mereka mau
memantau anaknya dalam dunia maya tapi ternyata justru mereka-lah
yang malah berlarut deh dan
hal ini jugalah yang menjadi salah satu faktor mengapa sifat mereka seperti
anak
remaja kembali yang akhirnya dapat memicu
perselingkuhan. Ayo loh hati-hati diselingkuhin.
2. Yang kedua tempat berjualan.
Kalian pernah liat kan facebook yang
sekarang itu dipenuhi dengan perdagangan online? Hal ini juga
yang membuat para orangtua betah
berlama-lama berseluncur di dunia facebook, sebenernya sih gak
masalah juga tapi jangan kebablasan aja
yah mak!
3. Ketiga, penuh dengan isu sara dan penyebaran hoax.
Ini nih yang membuat mimin jadi kesel
sendiri, iya sih facebook itu tempat untuk mencurahkan semua yang
kita rasa dan pikirkan tapi gak
kabar hoax juga yang ikut disebarin! Hancurlah bangsa ini kalo semua
pengguna
facebook percaya dengan semua
kabar hoax ini. Jadi buat gawatra lovers nih! Kalian harus cari-cari dulu
yang
sebenarannya baru di share ke yang
lain. Okay?
4. Yang keempat, ini nih yang paling disenengin sama
ibu-ibu. Facebook ini juga dapat menjadi media
penghubung ibu untuk saling berbagi
resep makanan dan sharing-sharing cara masak, asyik yah ternyata.
5. Yang kelima sebagai media pencari jodoh, pernah gak sih
kalian ngedenger mereka yang bertemu di facebook
akhirnya menikah di dunia nyata? Banyak guys,
jadi bagi kalian yang mau cari jodoh bisa tuh cari di facebook siapa
tau cocok.
Nah, buat kalian pengguna [1]facebook boleh aja
menggunakan media ini tapi jangan sampai melupakan literasi budaya. Sebelum
kalian mau memposting sebuah topik perhatikan dulu apakah itu sudah memenuhi
literasi budaya atau belum. Karena bila kita melupakan literasi budaya
dalam media sosial, hal tersebut bisa menyebabkan perpecahan negara guys! Apalagi
kalau kalian sudah menyangkutpautkan dengan sesuatu yang berbau SARA[2].
Karena sekalinya kalian memposting sesuatu, hanya dengan beberapa
menit atau bahkan detik tulisan kalian ini sudah bisa dilihat seluruh dunia.
Jadi bijaklah dalam bermedia sosial yah guys!
Mimin pamit yah! Sampai jumpa lagi dipostingan selanjutnya.
[2] Sara merupakan tindakan dimana seseorang mengatasnamakan identitas tertentu seperti suku, ras agama.
DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia
dan Kompasiana

Komentar
Posting Komentar